Nagari Talu Masuk Nominasi Inovasi PPD Tingkat Sumbar, Simak Ulasanya

PASAMAN BARAT, Ketahanan Pangan Nagari Talu sebagai lokus Inovasi nagari di Kabupaten Pasaman Barat dengan tema peningkatan ketahanan pangan nagari melalui gerakan menanam cabai masuk nominasi enam besar kabupaten dan kota Penilaian tahap II Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) tingkat Provinsi Sumatera Barat. 

Penilaian PPD itu dinilai langsung oleh tim penilai provinsi yang terdiri dari tim penilai independen, tim penilai utama, serta tim penilai teknis.  

Dalam kesempatan tersebut Ketua Tim Penilai PPD Tahap II menyampaikan bahwa ini merupakan kali pertama Kabupaten Pasaman Barat masuk nominasi 6 besar. Oleh sebab itu, Pemerintah Daerah Kabupaten Pasaman Barat memiliki potensi yang cukup besar untuk diusung sebagai perwakilan ke tingkat nasional. 

Pada kesempatan yang sama, Bupati Pasaman Barat Hamsuardi juga menyampaikan tekad dan komitmen untuk memperbaiki proses perencanaan pembangunan di Kabupaten Pasaman Barat.

“Sebagai daerah yang masih baru berdiri selama 19 tahun, Kabupaten Pasaman Barat tentunya masih banyak kekurangan, baik dari segi infrastruktur, SDM, dan keuangan,” kata Hamsuardi.

Ia menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat siap untuk menerima pembinaan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat agar lebih baik kedepannya.

Ia mengatakan pada rangkaian penilaian ini, stakeholder terkait, seperti wali nagari, BUMNAG, kelompok tani, penyuluh pertanian, petugas pemantau harga pangan di kecamatan, serta stakeholders lainnya turut berpartisipasi, ulasnya 

Penilaian ini dihadiri langsung oleh Bupati Pasbar Hamsuardi dan Wakil Bupati Risnawanto, Ketua DPRD Erianto, Sekretaris Daerah Hendra Putra, Kepala OPD terkait, Camat Talamau Andre Afandi, Wali Nagari Talu, Wali Nagari Sinuruik, Perguruan Tinggi, Media, LSM, serta Niniak Mamak yang terkait dengan proses perencanaan pembangunan daerah di Kabupaten Pasaman Barat.

Pada Penilaian PPD kali ini, Kabupaten Pasaman Barat mengusung inovasi dengan tema “Peningkatan ketahapan pangan nagari melalui gerakan menanam cabai, dengan lokus Nagari Talu dan Nagari Sinuruik”.

Pada rangkaian penilaian ini, stakeholder terkait, seperti wali nagari, kelompok tani, penyuluh pertanian, petugas pemantau harga pangan di kecamatan, serta stakeholders lainnya turut berpartisipasi. (Roiz)

Editor: Chaniago

Lugas Dalam Pemberitaan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *