Ronaldi ingatkan Makna Gerakan Dalam Muhammadiyah, Saat Mengunjugi PCM Kajai
PASAMAN BARAT, Muhammadiyah Kajai Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat berpotensi menjadi Cabang Unggulan, hal itu yang disampaikan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Pasaman Barat Ronaldi ke Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kajai pada Jum’at, (16/9).
PCM Kajai merupakan satu diantara PCM yang berada di Daerah Muhammadiyah Pasbar. PCM ini memiliki tiga Pimpinan Rantinh Muhammadiyah (PRM), yakni PRM Tanjung Beruang, PRM Pasar Kajai, dan PRM Kampuang Nan Tigo. Sementara amal Usaha (AUM) yang ada adalah TK, Mushalla dan MTsM Kajai.
MTsM Kajai sendiri telah berhasil menamatkan ribuan alumni yang tersebar di berbagai Kejorongan Kajai dan Kecamatan Talamau yang berasal dari berbagai latar belakang keluarga dan masyarakat.
Sampai tahun ini siswa MTsM Kajai masih stabil, berjumlah 245 siswa. Patut disyukuri dan dibanggakan, karena melebihi jumlah siswa SLTP lainnya di Kajai, baik negeri maupun swasta. Sekaligus sebagai asset potensi SDM yang dimiliki persayarikatan di Kajai.
Seperti biasanya, kunjungan LPCR diawali dengan pengantar tentang pentingnya memajukan cabang dan ranting, dismpaikan oleh Ketua LPCR, Ardinan.
“Berbagai kegiatan harus tetap dilaksanakan agar kebersamaan di Cabang Ranting selalu terpelihara, namun jika ada kendala-kendala yang perlu kita carikan solusi, mari kita persilakan PCM menyampaikannya,” sebut Ardinan memancing perhatian hadirin.
Beberapa anggota pimpinan PCM Kajai dan PRM se Cabang Kajai secara bergantian menyampaikan tantangan dan kendala-kendala yang dihadapi mereka dalam memajukan Muhammadiyah di Kajai.
Sekretaris PCM Kajai Deni Wahyu Nandra mengatakan bahwa saat ini kegiatan PCM Kajai berkurang karna gempa 25 Februari 2022 yang lalu membuat keadaan serba sulit, namun dengan kehadiran LPCR, PDM dan Rombongan membangkitkan semangat kami lagi, katanya
Senada yang di sampaikan Afni Rozi juga berpendapat serupa, “PCM agak kurang aktif, terutama pasca gempa kemarin, namun Amal Usaha Muhamadiyah seperti MTsM tetap jalan dan berkembang serta diminati Masyarakat,” kata Afni Rozi.
Pernyataan Afni Rozi langsung dibenarkan oleh kepala MTsM Kajai Hj. Ervina, “Muhammadiyah di Kajai identik dengan MTsM ini, alhamdulilah madrasah kita ini masih diminati masyarakat, sekarang murid kita masih mencapai 245 siswa, dan kemungkinannya melebihi dari jumlah siswa sekolah lain di Kajai ini,” ujarnya
Ia menyambut baik dan mendukung berbagai kegiatan yang akan diadakan oleh PCM Kajai nantinya “saya sebagai pimpinan AUM ini, akan mendukung dan membantu PCM dalam melakukakan kegiatan nantinya, baik moril maupun materil sesuai kemampuan,” tegas Ervina.
Melihat semangat Ervina, Ardinan sebagai pembawa acara, berkelakar. “ternyata ibuk ini bisa di ibaratkan buk Derliana, kalau di Padang Panjang, seorang ibu yang gigih memajukan pendidikan,” ujar Ardinan.
Sementara itu sesepuh Muhammadiyah Kajai H. Huznil Azis menyampaikan hal berbeda “saya tak pernah tertidur dalam menggerakkan Muhammadiyah, namun fisik yang sudah mulai melemah saat ini, saya sudah berusia 76 tahun membuat saya tidak lagi bisa terlalu aktif. Oleh karenanya yang muda-muda mari bangkitkan kembali semangat berMuhammadiyah di Kajai ini.
Husnil mengungkapkan keprihatinannya semakin berkurangnya jumlah muballigh Muhammadiyah yang berdakwah ditengah-tengah masyarakat, ia mengatakan dulu sepuluh Mushallah umum di kajai ini, muballighnya kita semua, sekarang untuk AUM Mushalla satu saja, susah mencari mubaligh kita,’ ujarnya
Menanggapi berbagai kendala yang dipaparkan oleh PCM Kajai, rombongan LPCR PDM Pasbar menawarkan solusi.
Sementara itu Yondrizal, Ketua Majelis Pendidikan Kader PDM Pasbar menyampaikan beberapa hal yang perlu dilakukan “ beberapa hal yang perlu dilakukan, yakni: penataan personalia PCM, PRM dan juga tertib administrasinya, selanjutnya hidupkan kembali pengajian, kita semua sudah paham bahwa ruhnya Muhammadiyah adalah pengajian dan untuk kader, mari kita angkatkan pelatihan kader,” ujar Yondrizal.
Hal senada yang di sampaikan Ahda Fitri, Ketua Majelis Tabligh PDM Pasbar menyampaikan kekurangan jumlah Muballigh ini merupakan permasalah pada tiap cabang dan ranting secara umum” memang kita kekurangan jumlah muballigh, namun untuk ke Kajai ini, bisa kita datangkan dari PCM Pasaman, kami siap untuk mengisi pengajia-pengajian di Kajai ini,” Ujar Ahda Fitri didamping oleh Ustadz Siddiq, salah seorang Muballigh Muhammadiyah Pasaman.
Adapun, Abror Lisman Ketua Lazismu Pasbar menyampaikan bahwa tetap berusaha dan berkoordinasi dengan Lazismu wilayah Sumatera Barat dalam membantu berbagai kebutuhan, terutama sarana prasarana untuk MTsM Kajai.
Sedangkan Erik Afriyuda, yang mewakili MDMC juga menyampaikan bahwa sekarang ini pembangunan Hunian Sementara bagi warga terdampak bencana Gempa tetap dilanjutkan oleh MDMC di Kajai, Mudik Simpang kecamatan Talamau dan relawan MDMC juga sudah ada kader dari Kajai.
Menjelang akhir kegiatan diisi dengan ceramah dan motivasi oleh sekretaris dan ketua PDM Pasbar. Mizlan, selain sebagai Sekretaris PDM dan juga Koordinator LPCR PDM Pasbar menyampaikan beberapa hal yang harus dilakukan.
“Untuk mengaktifkan kembali Muhammadiyah Kajai ini, sebaiknya dilalukanlah menjemput kembali, keluarga-keluarga Muhammadiyah di Kajai ini, saya sejak tahun 1993 sudah aktif berkunjung ke Kajai ini, dulu kami sering pertemuan di Limpato dan saya kenal dengan tokoh-tokoh muhammadiyah di Kajai ini,” ujarnya
Ia mengatakan tidak kalah pentingnya AUM kita ini, kita arahkan menjadi pusat keunggulan dan pusat layanan masyarakat, maksudnya MTsM ini kan sudah mampu bertahan dan terus diminati, nah kedepan apa legasi yang kita bangun, brand madrasah ini. Madrasah sebagai pusat keunggulan maksudnya memang AUM kita center of excelent.
Sementara pusat layanan yang dimaksud adalah, AUM kita ini memiliki unit usaha, seperti pupuk, untuk petani, layanan konsultasi keagamaan untuk wali murid. Dengan demikian kaderisasi akan berjalan dengan baik, soal kuantitas SDM Muhammadiyah kajai ini banyak, saya tidak ragu, tegasnya
Sementara itu, Ronaldi sebagai ketua PDM Pasbar juga menyampaikan komitmennya untuk terus bersama-sama dengan PCM-PRM memajukan Muhammadiyah.
”PDM kita sudah dinobatkan sebagai PDM nomor 6 terbaik di Indonesia untuk pembinaan cabang dan ranting, tapi kita tidak berpuas diri, kita tetap berbenah untuk yang lebih baik. Perlu kita pahami bahwa Muhammadiyah ini, bersifat gerakan (haraqi) maka gerakan itu memang tumbuh dari bawah, dari Ranting dan Cabang dan tidak menunggu dari atas. Namun demikian PDM tetap berupaya untuk bisa terus bersama PCM dan PRM memajukan persyarikatan, memupuk kesalehan pribadi dan sosial,” ujar Ronaldi.
Sebelum acara ditutup, pertemuan yang dimoderatori oleh ketua LPCR PDM Pasbar, Ardinan dengan persetujuan bersama PCM-PRM se-Kajai, Majelis dan Lembaga serta PDM Pasbar serta pimpinan AUM se Kajai menyepakati bahwa RTL (Rencana Tindak Lanjut) yang akan dilakukan bulan Oktober mendatang di PCM Kajai adalah Baitul Arqam bagi AUM dan PCM, serta mengaktifkan kembali pengajian PCM Kajai. Apabila potensi SDM yang jumlahnya banyak itu, dan didukung oleh AUM yang ada, maka Muhammadiyah Kajai sangat berpotensi menjadi cabang unggulan di pasbar, katanya (KB)

