Kembali Beroperasi, Ketua KNPI Pasbar Soroti Tambang Emas Ilegal
PASAMAN BARAT, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) kembali menyoroti dugaan tambang Emas ilegal yang beroperasi di wilayah Asra Nagari Muaro Kiawai Kecamatan Gunung Tuleh dan Rimbo Jandung Nagari Aur Lingkung Aur Kecamatan Pasaman.
Pengoperasian tambang emas ilegal ini berlangsung, di tengah keprihatinan Presiden Joko Widodo yang menyerukan agar TNI-Polri menindak praktik ilegal tersebut.
Di sisi lain, Kementerian ESDM menyiapkan direktorat khusus untuk menyelesaikan persoalan tambang ilegal.
Pada Rabu (8/2) yang lalu Presiden Joko Widodo mengutarakan keprihatinannya terhadap keberadaan penambangan ilegal dan ekspor tambang ilegal.
Hal ini ia sampaikan di depan rapat pimpinan (Rapim) TNI-Polri. Kata dia, proses hilirisasi dan industrialisasi menjadi terganggu akibat aktivitas haram tersebut.

Tapi itu hanya beberapa pekan saja, karena saat ini aktivitas pertambangan ilegal sudah bergeliat lagi, menurut Ketua KNPI Pasaman Barat Tri Tegar Marunduri saat di hubunggi wartawan Minggu (19/2)
Setiap kali ia melaporkan, aktivitas pertambangan ilegal itu berhenti sementara, tapi kemudian berlanjut lagi. “Main kucing-kucingan saja,” kata Tri Tegar
Menurutnya ini persoalan sederhana. Tambang ilegal melanggar hukum, gamblang di depan mata. Dampaknya membuat lahan rusak, ekosistim lingkungan hidup terganggu dan mengancam kehidupan.
“Kalau enggak ada permainan oknum kan, selesai dari dulu sudah. Ini kejahatan umum, luar biasa,” katanya
Ia mengatakan kasus 6 orang yang di tangkap tahun lalu oleh Polres Pasaman Barat menjadi gambaran secara umum mengenai aktivitas tambang ilegal yang berhenti ketika mendapat sorotan, tapi kemudian aktif kembali saat sudah tidak lagi menjadi perhatian.
“Kami meapresiasi Kapolres Pasaman Barat dan jajaranya yang baru, yang selalu memberi himbauan dan peringatan larangan serta tindakan terukur yang dilakukan terhadap pelaku tambang emas ilegal tersebut”, ulasnya
Ia menambahkan saat ini ada sekitar 11 buah alat berat yang beroperasi di wilayah Asra Kenagarian Muaro Kiawai dan Rimbo Jandung Nagari Lingkung Aur. Aktifitas itu terpantau bulan lalu dari 1 alat berat sekarang sudah ada 11 alat berat, pungkasnya (KB)


