Alwi Septian: Apakah Imprealisme Merkantilis Adalah Usulan Yang Menguntungkan?

KABAHARIAN, Walaupun sedikit suara disepanjang zaman yang didengungkan untuk menentang peperangan dan penaklukan, tetapi menyerang Negara lain, memperbudak penduduk local, dan merampah benda kepunyaan mereka tidaklah dan ini cukup disayangkan, ditentang secara luas.

Adalah meningkatnya kesadaran akan keuntungan yang ditawarkan oleh perdagangan yang didasrkan pada penghormatan terhadap individu berupa kekerasan atas dasar ketidakadilan yang menjadi dasar terciptanya kritik terhadap invasi dan penaklukan. 

Sehingga tidak mengherankan jika seorang filsuf moral yang menulis The theory of moral sentiments Pada tahun 1759 nantinya akan mengutuk “kebodohan dan ketidakadilan” dari kolonialisasi yang dilakukan bangsa eropa dalam bukunya pada tahun 1776.

Ketololan dan ketidakadilan sepertinya yang menjadi suluh dan penuntun projek untuk mendirikan sebuah koloni ketololan untuk mengejar emas dan perak, dan ketidakadilan Karena menginginkan milik dari sebuah Negara yang penduduk aslinya tidak berbahaya, 

jauh dari ingin melukai penduduk eropa, malah telah menyambut para pendatang awal dengan segala jenis kebaikan hati dan keramahtamahan.

Adam smith menyadari bahwa imprealisme “tidak mampu membayar bilik” paling kurang untuk mayoritas rakyat, dan bahwa biaya sepenuhnya dari penderitaan imperium ini adalah jauh, jauh lebih besar dari keuntungan yang bisa didapatkan.

Sang ekonom dan filsuf moral dari skotlandia ini mencatat bahwa, selain ketidakadilan yang sering terjadi, petualangan militer dan penaklukan ini merugikan pembayar pajak jauh melebihi semua keuntungan yang mungkin bisa didaptkan.

Sebuah imperium besar telah didirikan dengan tujuan tunggal yaitu, menciptakan sebuah bangsa pelanggan yang harus diwajibkan untuk membeli hanya dari para produsen kita, 

semua benda yang produsen kita bisa tawarkan untuk mereka. Demi untuk sedikit kelebihan dari harga yang di monopoli oleh para produsen kita, kita para pelanggan didalam negeri telah dibebankan dengan berbagai pengeluaran untuk menjaga dan mempertahankan imperium tersebut.

Untuk tujuan, dan hanya untuk tujuan ini, pada dua perang terakhir, lebih dari dua ratus juta telah dihabiskan dan hutang yang baru senilai lebih dari seratus tujuh puluh juta telah digulirkan melebihi dan menambah semua hutang yang sebelumnya telah diciptakan untuk berbagai perang dengan tujuan yang sama. (KB)

Editor: Chaniago

Lugas Dalam Pemberitaan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *