SEMMI Cabang Pasaman Barat Mengecam Keras Tindakan Represif Oknum Brimob Yang Menewaskan Demonstran
PASAMAN BARAT, KABAHARIAN. COM—
Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Cabang Pasaman Barat menyampaikan duka cita yang mendalam sekaligus mengecam keras tindakan represif aparat kepolisian, khususnya oknum Brimob, yang telah mengakibatkan tewasnya seorang demonstran akibat dilindas kendaraan taktis saat berlangsungnya aksi menyuarakan aspirasi rakyat.
Peristiwa ini bukan hanya sebuah tragedi kemanusiaan, tetapi juga mencoreng wajah demokrasi Indonesia. Demonstrasi yang seharusnya menjadi ruang aman bagi rakyat untuk menyampaikan pendapat justru berubah menjadi mimpi buruk yang berujung pada hilangnya nyawa.
SEMMI menilai tindakan brutal tersebut merupakan bentuk pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) dan jelas bertentangan dengan amanat konstitusi UUD 1945 yang menjamin kebebasan berpendapat di muka umum.
Kami menegaskan bahwa aparat kepolisian, terutama Brimob, tidak boleh bertindak di luar batas kewenangan dan harus menjunjung tinggi prinsip-prinsip demokrasi, keadilan, dan kemanusiaan. Alih-alih menjadi pelindung dan pengayom, tindakan semena-mena yang dilakukan justru memperlihatkan wajah kekerasan negara terhadap rakyatnya sendiri.
Berdasarkan hal tersebut, SEMMI Cabang Pasaman Barat dengan tegas menyampaikan tuntutan:
1. Mengusut tuntas kasus ini secara transparan dan menghukum seberat-beratnya oknum Brimob yang terlibat dalam tindakan keji tersebut.
2. Mendesak Kapolri untuk mengevaluasi total cara dan pola penanganan aksi demonstrasi di seluruh wilayah agar peristiwa serupa tidak pernah terjadi lagi.
3. Meminta Presiden dan pemerintah pusat turun tangan memastikan penegakan hukum yang adil serta menjamin perlindungan terhadap hak rakyat dalam menyampaikan pendapat.
4. Menuntut aparat kepolisian untuk kembali kepada peran sejatinya sebagai pengayom dan pelindung rakyat, bukan menjadi alat represi yang menakutkan masyarakat.
5. Mengajak seluruh elemen mahasiswa dan masyarakat untuk tetap berpegang teguh pada perjuangan menegakkan keadilan dengan cara yang damai, tidak terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin menunggangi momentum ini.
Dalam keterangannya, Ketua Umum SEMMI Cabang Pasaman Barat, Odi Eka Saputra, menegaskan:
Kami tidak akan tinggal diam atas hilangnya nyawa seorang demonstran akibat tindakan represif aparat. Ini adalah bukti nyata bahwa demokrasi kita sedang berada di titik kritis. Negara harus hadir untuk menghentikan praktik brutal ini dan memastikan aparat penegak hukum bertindak sesuai konstitusi, bukan sebaliknya.
“SEMMI Cabang Pasaman Barat akan terus berdiri di garda terdepan bersama rakyat. Darah yang tertumpah menjadi pengingat bagi kita semua bahwa perjuangan menegakkan keadilan tidak boleh berhenti. Suara rakyat tidak bisa dibungkam dengan cara kekerasan.”, pungkasnya (KB)

