Dari Gerakan Jalanan Ke Politik Partai : Aktivis Pasbar Siap Mewarnai PDIP
PASAMAN BARAT, KABAHARIAN. COM-Politik tidak lagi hanya berbicara tentang ruang rapat dan panggung formal. Kini, suara dari ruang diskusi kampus, forum pemuda, hingga barisan aksi di jalanan, mulai bertransformasi dan memasuki ruang-ruang partai. Di Pasaman Barat, dinamika tersebut semakin terlihat nyata.
Sejumlah aktivis muda lokal secara resmi menyatakan bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), partai berlambang banteng yang dikenal dengan warna merah dan sejarah panjang perjuangannya bersama rakyat kecil.
Bagi mereka, keputusan ini bukan sekadar perpindahan arena, melainkan bentuk peningkatan kualitas perjuangan. Dari menyuarakan aspirasi di jalanan, kini mereka berupaya mendorong kebijakan melalui jalur struktural di dalam partai. Anak muda Pasaman Barat menegaskan keinginannya untuk tidak hanya menjadi penonton, melainkan turut menentukan arah gerakan politik.
Salah satu perwakilan aktivis, Tri Tegar Marunduri, menyampaikan bahwa langkah bergabung ke PDIP merupakan keputusan yang bersifat ideologis sekaligus strategis. Menurutnya, partai politik adalah ruang untuk mengeksekusi gagasan, bukan sekadar tempat singgah atau sarana mobilitas sosial semata.
“Jalanan adalah ruang kami ditempa, sedangkan partai adalah ruang kami mengeksekusi mimpi. Kami tidak ingin hanya menjadi gema, tetapi turut menjadi penentu arah,” ujar Tegar.
Ia juga menilai bahwa PDIP memberikan ruang yang lebih terbuka bagi generasi muda, khususnya Gen Z dan milenial yang kritis, memahami isu secara mendalam, serta memiliki kemampuan dalam mengelola narasi digital. Baginya, politik saat ini bukan hanya soal retorika, melainkan tentang gagasan yang relevan bagi masa depan, seperti isu lingkungan, energi, penguatan ekonomi daerah, hingga kesejahteraan sosial.
Selain itu, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP juga telah menginstruksikan agar struktur partai membuka peluang seluas-luasnya bagi anak muda untuk terlibat aktif dalam internal partai.
Kehadiran para aktivis ini dinilai menjadi energi baru bagi partai. Semangat dan pengalaman mereka diharapkan dapat memperkuat basis masyarakat, mendorong gerakan digital yang lebih organik, serta mengangkat isu-isu lokal Pasaman Barat ke panggung politik yang lebih luas.
Langkah ini juga dianggap sejalan dengan semangat regenerasi politik nasional, di mana anak muda tidak lagi hanya dipandang sebagai angka dalam survei, tetapi mulai menempati posisi sebagai aktor utama yang memberi warna dan arah baru dalam politik Indonesia.
Dengan bergabungnya generasi muda pergerakan ini, politik Pasaman Barat memasuki babak baru. Bagi para aktivis tersebut, merahnya PDIP bukan hanya identitas partai, melainkan simbol perjuangan dan gerakan yang mereka pilih untuk masa depan. (KB)

