Korban Gempa Kajai Pasbar Desak Pemerintah Pusat Segara Realisasikan Bantuan Huntab

KABAHARIAN, Masyarakat korban Gempa di Nagari Kajai, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mendesak Pemerintah Pusat untuk segera mengucurkan bantuan rumah rusak berat akibat gempa Magnitudo 6,1 yang terjadi pada 25 Februari 2022 yang lalu.

Desakan itu, atas dasar Undang-undangNomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. Peraturan pemerintah Nomor 21 tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana. Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2008 tentang Pendanaan dan Pengelolaan Bantuan Penanggulangan Bencana yang semestinya pemerintah harus cepat dan hadir 24 jam di saat pasca bencana ditetapkan.

“Benar, kami mendesak Pemerintah Pusat segera merealisasikan bantuan rumah rusak berat akibat gempa magnitudo 6,1 pada 25 Februari 2022 yang lalu yang meluluh lantakan nagari/Desa kami,” tutur salah satu tokoh pemuda Nagari Kajai Idenvi Susanto kepada wartawan, Sabtu (6/8)

Ia mengatakan saat ini masyarakat menunggu kapan kepastian akan di realisasikan bantuan rumah rusat berat oleh Pemerintah Pusat. 

“Kenapa bantuan rumah rusak berat kita desak dahulu karna rumah masyarakat ambruk dan sekarang berteduh di bangunan-banguan seadanya dan itu sesuai dengan kewenagan pemerintah pusat tentang bantuan rumah rusak berat pasca gempa Pasbar yang telah di sepakati,” katanya

Ia menambahkan masyarakat menunggu kepastian, kapan batuan itu direalisasikan. Menurutnya setelah mengetahui validitasi data Rumah Rusak Berat di serahkan Pemerintah Daerah Kabupaten Pasaman Barat ke Pemerintah Pusat pada 29 Juni 2022 yang lalu belum ada informasi terkait kepastian batuan tersebut direalisasikan oleh pemerintah Pusat. sebutnya

Ia menambahkan, saat ini banyak masyarakat di Nagari/Desanya hanya berteduh di tempat seadanya.

“Kita mohon dan sekaligus medesak pemerintah pusat untuk merealisasikan batuan tersebut, karna sudah lebih 5 bulan pasca bencana masyarakat Pasbar khususnya Nagari/Desa Kajai masih banyak berteduh di tempat seadanya,” kata Iden yang juga aktif di lembaga kemanusian tersebut.


Senada yang di sampaikan oleh Ketua Karang Taruna Nagari Kajai Joni, dia meharapkan bantuan rumah rusak berat akibat gempa segera terlaksana, karna banyak masyarakat menunggu kapan bantuan itu terealisasi.


“Kita menunggu kapan bantuan itu turun, saat gempa terjadi rumah saya ambruk dan saat ini berteduh di hunian sementara yang di bangun oleh Bapak Bupati dan Wakil Bupati Pasbar, jelasnya

Diketahui dari data yang di rilis pada bulan Mai 2022 yang lalu oleh Pemkab Pasaman Barat gempa yang melanda Pasaman Barat mengakibatkan kerusakan pada pemukiman 4.716 unit dengan rusak ringan 2.206 unit, rusak sedang 1.089 unit dan rusak berat 1.418 unit.

Fasilitas pendidikan 131 unit dengan rusak sedang 97, rusak ringan 17 dan rusak berat 17 unit. Fasilitas kesehatan 17 unit dengan rusak sedang delapan unit, rusak sedang empat unit dan rusak berat lima unit.Kerusakan fasilitas ibadah 50 unit dengan rusak sedang 19, rusak sedang sembilan dan rusak berat 22 unit.

Infrastruktur 35 dengan rusak ringan lima, rusak sedang delapan dan rusak berat 22 unit serta fasilitas pemerintah 64 dengan rusak ringan 48, rusak sedang 14 dan rusak berat dua unit. (Z/KB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *