Kompol Muzhendra Sosok Polisi Yang Humanis dan Dirindukan Semua Kalangan
PASAMAN BARAT, Akir-akir ini kepercayaan masyasakat terhadap pihak kepolisian semakin berkurang kendati begitu, tidak bagi Kompol Muzhendra, SH.MH karna ia sosok polisi yang sangat dekat dan mudah di terima di semua kalangan.
Muzhendra yang kini menjabat sebagai Kabag SDM Polres Pasaman Barat.

Terlahir dari keluarga yang sederhana, membuat dia menjadi polisi yang humanis dan mudah bergaul dengan semua kalangan. Tidak membeda-bedakan status teman.
Karena kepiawaiannya itu Muzhendra dikenal cukup luas dari kalangan mahasiswa, aktivis, jurnalis. Dia tak segan membaur dengan kalangan bawah. Bahkan tukang ojek pun tak ada yang tak kenal dengan Muzhendra.

“Bersahabat itu dengan hati, kalau sudah begitu semua, teman itu pasti ada gunanya. Orang tukang yang bijaksana itu tak ada yang membuang kayu, orang gemuk tak ada yang membuat lemak,” kata Muzhendra berfilosofi.
Sesuai Tupoksinya sebagai Kepala Bagian Sumber daya manusia (SDM) Polres Pasaman Barat tentu banyak berperan aktif dalam menyelenggarakan administrasi dan pembinaan personil di Polres Pasaman Barat.

Lelaki berbadan tambun ini, bertekad mendedikasikan dirinya untuk mengabdi di tanah kelahirannya Pasaman Barat sampai akhir purna bakti. “Bekerja itu juga harus dengan ikhlas, dengan begitu semua akan enak di jalani seperti air mengalir,” timbal lelaki dua anak ini.
Sebagai seorang polisi yang telah banyak mengenyam pengalaman dan berbagai posisi tentu dituntut untuk selalu menjaga marwah konstitusi tempat Ia mengabdi. Begitu juga instansinya yang berusaha menjaga Kabupaten Pasaman Barat dalam kondisi kondusif.

Dengan berbekal pengalaman pernah menjabat Kasat Intelkam ini menjadikan Muzhendra muda kaya dengan pengalaman lapangan.
“Pasaman Barat ini merupakan daerah pemekaran dari Kabupaten Pasaman. Sebagai daerah yang baru mekar, memang banyak yang harus dibenahi. begitu juga dengan Kamtibmasnya. Persoalan yang terjadi di sini, mulai dari konflik lahan, kriminalitas yang cukup tinggi, daerah yang salah satu menjadi masuk dan keluarnya barang haram. Di sinilah kehadiran Polri diharapkan masyarakat,”katanya.

Sebagai Polri tentu ingin menciptakan kondisi Kamtibmas dimanapun berada. Begitu juga di tingkat Kabupaten Pasaman Barat, tentunya ingin menciptakan kondisi yang dinamis dan harmonis, salah satunya ketika terjadi unjuk rasa. Sebagai negara demokrasi unjuk rasa atau demo juga tidak bisa di larang. Namun, Polri bersama TNI dan Pemda hadir mendengarkan aspirasi masyarakat.
“Alhamdulillah di Kabupaten Pasaman Barat mahasiswa-mahasiswi serta masyarakat masih menjaga toleransi dan itu kita harapkan terus terjadi,”katanya.

Kepada personil Polri dia berpesan awali setiap tugas dengan niat yang ikhlas, sehingga akan jadi ladang amal. Dan polisi akan bertahta dihati masyarakat, sehingga dengan demikian tugas Polri akan lancar.

Dia juga meminta dukungan masyarakat untuk Polri, sebab tanpa dukungan masyarakat tidak akan tercipta tujuan bersama. Dan yang terpenting sekali bagaimana personil nyaman menjalankan tugas pokoknya sebagai penegak hukum, melayani dan mengayomi masyarakat. (KB)

