Peran Politik Generasi Muda Islami Menghadapi Era 5.0
PERAN POLITIK GENERASI MUDA ISLAMI MEHADAPI ERA 5.0
Oleh : Alwi Septian
MENGHADAPI perubahan dan perkembangan zaman yang semakin cepat dan pesat pada saat ini baru memasuki Era Revolusi Industri yang bergeser ke Era Society 5.0 tentunya, banyak sekali menghasilkan perubahan-perubahan yang tidak bisa dihindarkan. Pemuda Indonesia menjadi garda terdepan dalam proses perjuangan, pembaruan, dan pembangunan bangsa.
Segala potensi yang ada pada pemuda menjadi penentu kualitas bangsa Indonesia dimasa depan. Untuk itu, Indonesia harus bisa memanfaatkan potensi pemudanya yang sangat besar baik dari segi kuantitas maupun dari segi kualitas. Pemuda Indonesia harus memiliki banyak inovasi, hal itu bisa menjadi modal penting untuk menghadapi Era Sosiety 5.0.
Maka dari itu, dalam aktifitas organisasi selalu mencari cara untuk berinovasi mengikuti perubahan sosial yang ada. Dulu ketika ingin berbelanja masyarakat harus datang ke Toko Ofline untuk memilih dan mencari Toko yang sesuai dengan kemampuan, tetapi terjadi perubahan Teknologi yang membawa kita kepada perkembangan Teknologi yang lebih canggih sehingga mampu mempermudah aktifitas di Era Society 5.0.
Kalian pasti pernah mendengar bahwa suatu hari manusia akan digantikan oleh teknologi dari semua bidang atau sektor lapangan kerja akan tergantikan fungsinya dengan teknologi.
Hal ini membuat pemerintah Jepang mengagas sebuah konsep baru yaitu Society 5.0. Pemuda Indonesia sebagai pilar dari kaum muda sekaligus sebagai generasi pencetus harus menaruh perhatian lebih terhadap kondisi saat ini, pemuda harus berperan sebagai pemimpin dan menghasilkan kreatifitas dan inovasi dengan memperkaya literasi serta memiliki wawasan yang lebih luas dalam hal perkembangan teknologi.
Nah kita sebagai muda islami yang harus menjadi agent of change untuk umat dan bangsa apalagi pada saat ini kita bisa lihat juga dimana era 5.0 merupakan era dengan tingkat
kemoderenan yang tinggi dimana pada saat ini apapun yang di lakukan oleh manusia pasti diketahui media sosial baik itu perbuatan yang positif bahkan perbutan negatif sekalipun.
Saat ini, banyak pemuda yang apatis terhadap politik di Indonesia. Kepercayaan mereka juga berkurang kepada lembaga politik karena pudarnya nasionalisme dan profesionalisme yang ada pada tubuh birokrasi di Indonesia. Padahal kenyataannya, politik adalah hal yang tidak bisa lepas dari kehidupan bermasyarakat.
Banyak yang beranggapan dunia politik itu kotor, ganas, dan jauh dari kata baik. Nilai-nilai kebaikan yang dihasilkan dari politik kian memudar sehingga membuat kepercayaan masyarakat menurun. Di sinilah perpolitikan Indonesia membutuhkan sosok yang dapat membuka gerbang kesempatan untuk golongan pemuda untuk berkarya, bersuara, dan berperan dalam perubahan Indonesia ke arah yang lebih baik.
“Kalau dilihat secara saksama, susunan birokrasi dipenuhi oleh golongan tua dan minimnya peran pemuda di sana. Tidak akan ada pemuda yang muncul jika tidak diberi kesempatan. Maka dari itu, mari kita sebagai pemuda ikut berperan dalam perpolitikan di Indonesia,”
Peran pemuda dalam partisipasi politik secara yuridis, sudah terpenuhi melalui penentuan batas minimum usia. Namun, hal ini belum cukup karena masih ada kemungkinkan keterlibatan pemuda hanya difungsikan oleh sebagian elite partai sebagai kendaraan politik.
Pandangan-pandangan politik pemuda akan diarahkan kepada hal konvensional sehingga tidak akan maju. Ini diperparah ketika munculnya fenomena kedinastian dalam tubuh partai politik. Oleh karena itu, perlu sebuah perubahan paradigma berpikir terhadap partisipan politik, yang tidak hanya cukup dengan gagasan akan regenerasi secara semu.
Pemuda bangsa merupakan salah satu komponen yang akan menjadi penggerak bangsa dengan memiliki kapasitas serta mampu bertahan unggul dalam menyongsong masa depan yang lebih baik.
Pemuda bangsa dapat melahirkan pemikiran-pemikiran baru, memunculkan inovasi-inovasi yang sebelumnya sudah ada namun diperbaharui, atau bahkan yang tidak ada sama sekali. Tetapi dapat menghasilkan nilai jual. Pemuda bangsa memiliki peran yang sangat penting dalam perekonomian Indonesia.
Dilihat dari kondisi di lapangan, banyak generasi bangsa yang mendukung UMKM, tidak sedikit juga yang mulai terjun ke industri kecil atau sektor menengah kreatif.
dalam menjalankan ekonomi kreatif ini, generasi bangsa dapat optimal jika ditunjang dengan berbagai kemampuan, bahkan minat sehingga dapat maksimal dalam memberikan ide-ide cemerlang, dengan kreativitas yang tinggi, Pemuda bangsa dapat mengelola sumber daya alam yang ada sehingga Indonesia mampu mengelola secara mandiri tanpa bantuan negara asing seperti sekarang ini.
Nah dengan yang telah terjadi di era 5.0 kita sebagai agent of change sekaligus controlling untuk kemajuan bangsa kita harus memang bekerja keras agar negara kita ini menjadi negara baldatun toibatunwarobbun ghafur.
Bagi anak muda islami tidak ada istilah untuk mundur dalam menjunjung tinggi nilai kebaikan tidak ada kata menyerah untuk seorang muda islami dalam menebar kebaikan, meluruskan hal hal yang negatif, Pemuda sekarang adalah pemimpin untuk masa depan.

