Viral Status Facebook Hakim Marwan Terkait Dana Hibah Tak Diberikan, Pemkab Pasaman Barat Itu Informasi Hoax, Kita Sudah Salurkan Pada Bulan Agustus 2024 Lalu

PASBAR, KABAUARIAN.COM– Viral status facebook Hakim Marwan terkait Dana Hibah Bantuan mesjid tidak disalurkan oleh Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat kepada pengurus Mesjid Nurul Iman Kampung Bukit, Jorong Batang Umpai, Nagari Air Gadang, Selasa (15/10),

Status akun facebook tersebut menuliskan kalimat SEMENJ4K BUL4N PU454 KEMAREN, D4N4 UNTUK ME5JID TIDAK DIBERIK4N, MEM4NG PEMBOHONG…!!!!!!! seraya menampilkan dua foto logo Pemkab Pasaman Barat bertulisa Dana Hibah Mesjid Nurul Iman sebesar Rp15 juta.

Status facebook tersebut viral dan menjadi opini politik yang tidak sehat di sejumlah grup Washapp bagi lawan politik Hamsuardi-Kusnadi yang sedang berkopentisi pada Pilkada 2024 ini.

“Benar, saya sudah melihat status facebook itu, kami sampaikan informasi yang disampaikan di media sosial tersebut adalah hoax. Karna pada tanggal agustus 2024 yang lalu kami sudah mengirim bantuan itu ke rekening pengurus Mesjid Nurul Iman Kampung Bukit Jorong Batang Umpai Nagari Air Gadang” kata Kepala Bagian Kesra Pemkab Pasaman Barat Hartasani, Selasa (15/10)

Ia mengatakan pihaknya sudah mengirim bantuan dana hibah mesjid sesuai peruntukannya. Dan untuk mesjid Nurul Iman sudah kita kirim ke rekening pengurus melalu Bank BPD.

“Kita sudah kirim ke rekening mesjid sebesar Rp15 juta tampa ada potongan pak. Kalau ada yang menyampaikan tidak diberikan itu informasi bohong”, seraya mengirimkan bukti bayar dari Bank BPD, Kepada Kabaharian.com

Sementara itu, masyarakat Pasaman Barat Anto (38) menyayangkan sikap pembuat status facebook tersebut tampa korcek kebenaran yang ada dulu.

“Status facebook tersebut viral dan sudah dibagikan di grup-grup Wasshapp. Dan menjadi konsumsi politik bagi lawan politik Hamsuardi-Kusnadi. Status seperti itu akan merugikan pasangan tersebut, ini tidak baik untuk demokrasi kita di Pasaman Barat jelang pemilihan kepala daerah”, katanya

Ia menilai pemilik akun status facebook tersebut tidak melakukan kroscek dulu sebelum menyebarkan informasi. “Semestinya di cek dulu benar atau tidak info tersebut, jangan asal bikin status saja dan akhirnya menjadi polemik”, pungkasnya (KB)

Editor: Chaniago

Lugas Dalam Pemberitaan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *